
Sudah lebih dari empat tahun berlalu sejak HoYoverse pertama kali mengumumkan proyek anime Genshin Impact pada September 2022, lengkap dengan trailer konsep memukau yang menampilkan si kembar Traveler, Paimon, dan keindahan dunia Teyvat lewat gaya visual khas Ufotable, studio yang juga dikenal lewat karya besar Demon Slayer. Selama bertahun-tahun setelah trailer tersebut dirilis, komunitas nyaris nggak mendapat kabar lanjutan sama sekali, memunculkan berbagai spekulasi mulai dari dugaan proyek ini ditunda tanpa batas waktu, sampai rumor proyek ini dibatalkan diam-diam akibat kesibukan Ufotable menggarap produksi film Demon Slayer: Infinity Castle yang rilis pada 2025. Keheningan panjang ini sempat bikin banyak penggemar mulai pesimis soal nasib adaptasi anime yang sejak awal digadang-gadang bakal jadi proyek jangka panjang antara kedua studio tersebut. Kabar baik akhirnya datang di sepanjang 2026, dimulai dari promo reel proyek Ufotable yang dirilis Februari 2026, menampilkan anime Genshin Impact masuk dalam daftar "Future Projects" mereka, lengkap dengan desain karakter baru buat Lumine dan Aether yang terlihat cukup berbeda dari desain di trailer konsep 2022, dengan gaya yang disebut-sebut lebih mengingatkan pada estetika visual seri Fate. Konfirmasi lebih lanjut kemudian datang langsung dari pihak HoYoverse lewat acara Genshin FES 2026 di Shanghai, di mana combat designer bernama Aquaria menegaskan kalau produksi anime ini terus berjalan stabil tanpa kendala berarti. "Rest assured, it's in the works," ujar Aquaria di hadapan para penggemar yang hadir, menambahkan kalau nggak ada masalah nggak terduga maupun ketidakstabilan dalam proses produksinya, dan semuanya berjalan sesuai rencana secara bertahap. Meski begitu, sampai saat ini belum ada tanggal rilis resmi yang diumumkan buat anime adaptasi dunia terbuka ini, dan penempatannya di kategori "Future Projects" alih-alih daftar proyek 2026 milik Ufotable mengindikasikan kemungkinan besar anime ini baru bakal rilis pada 2027 atau bahkan lebih lambat lagi. Aquaria turut menjelaskan soal kompleksitas proses pengembangan Genshin Impact sendiri, di mana update kecil aja butuh waktu minimal enam bulan buat digarap, sementara update besar bisa memakan waktu satu setengah tahun atau lebih, mencakup berbagai tahapan mulai dari kerja kamera, cutscene animasi, desain konsep, revisi, rekaman suara, sampai pemrograman. Kompleksitas serupa kemungkinan besar juga berlaku buat proses produksi anime-nya, mengingat adaptasi dunia seluas dan sekompleks Teyvat jelas bukan proyek yang bisa digarap terburu-buru tanpa mengorbankan kualitas. Perkembangan dunia Genshin Impact sendiri sudah meluas jauh sejak pengumuman anime pertama kali dibuat, dengan HoYoverse yang sekarang juga mengelola waralaba besar lain seperti Honkai: Star Rail dan Zenless Zone Zero, menambah kompleksitas prioritas produksi di internal perusahaan. Terlepas dari ketidakpastian jadwal rilis, konfirmasi resmi soal status produksi yang tetap berjalan ini setidaknya memberi kepastian kalau proyek ini nggak dibatalkan seperti yang sempat dikhawatirkan sebagian penggemar. Buat komunitas yang sudah menunggu bertahun-tahun sejak trailer konsep pertama dirilis, kabar ini jadi angin segar meski masih harus bersabar lebih lama lagi sebelum benar-benar bisa menyaksikan adaptasi anime dunia Teyvat secara utuh. Menariknya, waktu tunggu yang lebih panjang ini juga punya sisi positif tersendiri, mengingat cerita utama Genshin Impact sendiri sudah mulai mengarah ke fase-fase penting menjelang klimaks dengan hadirnya arc Snezhnaya, sehingga kalau anime ini benar-benar baru digarap intensif menjelang 2027, Ufotable berpotensi punya gambaran cerita yang jauh lebih utuh buat direstrukturisasi jadi format anime yang lebih matang dan terarah. #bangjohn #genshinimpact #anime #ufotable






