Lewati ke konten

Siaran Seiyuu Sandrone Diblokir Berulang Kali, Ini Kronologinya

VinNa-6 Sep 2026, 19:25 WIB
Siaran Seiyuu Sandrone Diblokir Berulang Kali, Ini Kronologinya

Seiyuu Mariko Honda, pengisi suara karakter Sandrone di Genshin Impact versi Jepang, mendadak jadi perbincangan hangat usai sesi live streaming-nya berulang kali terhenti akibat klaim hak cipta yang muncul secara tiba-tiba. Insiden ini terjadi pada 5 September 2026, tepat saat Honda sedang menyiarkan progres quest legenda karakter Arlecchino di dalam game. Layar penonton mendadak menampilkan notifikasi "Video tidak tersedia" yang menyebutkan pemblokiran dilakukan atas klaim dari perusahaan bernama Future TV Co., Ltd, sebuah entitas asal Tiongkok yang namanya jarang dikenal luas di kalangan penonton maupun komunitas Genshin Impact pada umumnya. Yang membuat situasi ini terasa aneh, pemblokiran tetap terjadi meski Honda sudah berpindah ke sesi siaran baru, dan bahkan disebutkan sempat terjadi meski tidak ada penonton yang sedang menyaksikan siarannya sama sekali, mengindikasikan kalau sistem deteksi otomatis YouTube-lah yang memicu pemblokiran tersebut begitu adegan pertarungan tertentu dalam quest Arlecchino muncul di layar. Kabar ini dengan cepat menyebar di media sosial Jepang, khususnya di platform X, dengan banyak penggemar yang mengungkapkan kekecewaan sekaligus kebingungan atas insiden tersebut. Sejumlah warganet bahkan menelusuri lebih jauh latar belakang perusahaan Future TV Co., Ltd yang mengklaim hak cipta ini, dan menemukan dugaan keterkaitan dengan investasi dari perusahaan teknologi besar asal Tiongkok. Beberapa pengguna X sempat mengaitkan insiden ini dengan rivalitas antara game gacha populer, mengingat perusahaan investor yang disebut-sebut juga memiliki saham di salah satu studio pengembang game pesaing Genshin Impact, meski kaitan ini masih sebatas dugaan dan spekulasi warganet yang belum bisa dipastikan kebenarannya secara resmi. Menariknya, insiden serupa ternyata tidak cuma menimpa Honda, karena tak lama setelah kejadian tersebut viral, streamer VTuber lain bernama Emma Aizawa juga melaporkan siaran Genshin Impact miliknya kena blokir dengan klaim hak cipta dari perusahaan yang sama, semakin menambah kecurigaan komunitas soal ada sesuatu yang tidak wajar di balik rentetan klaim tersebut. Salah satu unggahan dari akun terkait sempat mencoba meluruskan situasi dengan menjelaskan kalau pemblokiran kemungkinan besar dipicu oleh sistem deteksi otomatis berbasis AI milik YouTube, yang secara keliru mengenali momen pertarungan dalam adegan quest legenda "Ayah" atau Arlecchino sebagai konten yang melanggar hak cipta pihak lain.

Penjelasan ini muncul sebagai upaya meredam spekulasi liar yang mulai beredar, mengingat banyak pihak yang buru-buru menyimpulkan ada motif sengaja di balik klaim tersebut tanpa bukti yang benar-benar konkret. Terlepas dari penyebab pastinya, apakah murni kesalahan sistem deteksi otomatis atau memang ada klaim hak cipta yang keliru dari pihak Future TV Co., Ltd, insiden ini menyoroti masalah lama seputar sistem Content ID di platform streaming seperti YouTube, yang kerap kali salah mendeteksi konten original sebagai pelanggaran hak cipta, terutama pada momen-momen bertempo cepat dengan efek visual dan musik yang kompleks seperti pertarungan boss dalam game. Persoalan semacam ini sebenarnya bukan hal baru di dunia streaming game, mengingat sistem deteksi otomatis memang dirancang untuk bekerja dalam skala besar dan kadang belum cukup pintar membedakan konten yang benar-benar melanggar hak cipta dengan gameplay biasa yang kebetulan mengandung elemen audio atau visual serupa dengan materi berhak cipta lain. Bagi komunitas penggemar Honda maupun pemain Genshin Impact secara umum, insiden semacam ini jadi pengingat betapa rentannya kreator konten terhadap sistem otomatis yang kadang belum cukup akurat membedakan konten resmi dari pelanggaran hak cipta sungguhan. Meski begitu, banyak juga yang berharap masalah ini bisa segera diselesaikan lewat proses banding resmi, mengingat kasus klaim hak cipta yang salah sasaran seperti ini biasanya bisa diperbaiki asal kreator dan platform saling berkoordinasi dengan cepat. Ke depannya, menarik untuk melihat apakah insiden ini bakal mendapat klarifikasi lebih lanjut dari pihak YouTube maupun perusahaan yang mengklaim hak cipta tersebut, sekaligus menjadi bahan evaluasi soal bagaimana sistem deteksi otomatis di platform streaming besar bisa lebih disempurnakan agar kejadian serupa tidak terus berulang menimpa kreator konten gaming lainnya, baik yang berstatus seiyuu resmi seperti Honda maupun kreator konten independen lain yang juga aktif menyiarkan permainan yang sama.

Belum punya koleksi MLBB kece??
Belum punya koleksi MLBB kece??
Cuss kesini John