
Kabar mengejutkan datang dari skena Dota 2 internasional setelah Team Falcons resmi mengumumkan mundur total dari game ini pada 6 September 2026, sekaligus membubarkan seluruh roster yang selama hampir tiga tahun terakhir jadi salah satu tim paling dominan di kompetisi kelas atas. Organisasi asal Arab Saudi ini melepas lima pemain sekaligus, yang semuanya bergabung bersamaan pada 11 November 2023 dan resmi berpisah di tanggal yang sama dengan pengumuman ini. Kepala pelatih Kurtis "Aui_2000" Ling turut mengakhiri masa baktinya bersama tim, menandai berakhirnya salah satu formasi paling stabil dalam sejarah Dota 2 kompetitif, mengingat mereka nyaris tidak pernah melakukan perubahan roster sepanjang hampir tiga tahun kebersamaan tersebut, sebuah pencapaian yang jarang ditemukan di level tertinggi kompetisi game ini. Selama masa kejayaannya, roster ini berhasil mengoleksi sembilan gelar juara turnamen Tier-1, termasuk gelar juara dunia di The International 2025, ditambah enam kali finis sebagai runner-up di berbagai turnamen besar lainnya. Statistik mereka juga tergolong luar biasa dengan total 799 pertandingan dimainkan bersama dan tingkat kemenangan mencapai 65,4 persen, menjadikan mereka sebagai roster dengan durasi kebersamaan terlama sepanjang sejarah Dota 2 kompetitif, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang core juara The International 3 dari Alliance.
Sayangnya, perjalanan panjang ini harus berakhir usai penampilan mengecewakan di The International 2026, di mana mereka yang berstatus juara bertahan justru tersingkir di babak lower bracket setelah kalah dari Team Liquid, dan akhirnya cuma finis di posisi tujuh sampai delapan. Dalam pernyataan resminya, Team Falcons menyebut keputusan ini diambil usai melakukan tinjauan strategis menyeluruh terhadap roadmap esports multi-game mereka untuk 2026 dan seterusnya, dengan fokus global organisasi yang kini bergeser ke ekosistem lain yang dianggap lebih selaras secara strategis dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Keputusan ini otomatis membuat empat dari lima pemain berstatus free agent dan mulai dikaitkan dengan berbagai rumor kepindahan ke tim lain, sementara Cr1t- sendiri mengisyaratkan kemungkinan besar bakal pensiun dari kompetisi profesional meski belum mengumumkannya secara resmi. Malr1ne dikabarkan bakal tetap satu tim dengan ATF di organisasi baru, sementara Sneyking disebut-sebut tengah menjajaki peluang bergabung dengan tim asal Asia Tenggara atau Tiongkok. Penting dicatat kalau keputusan ini hanya berlaku buat divisi Dota 2 saja, sementara Team Falcons sebagai organisasi esports multi-cabang yang berdiri sejak 2017 tetap aktif di berbagai game lain seperti Counter-Strike 2, Valorant, PUBG, dan Mobile Legends: Bang Bang. Berakhirnya era roster legendaris ini jelas jadi kehilangan besar buat skena Dota 2, mengingat konsistensi dan dominasi yang mereka tunjukkan selama hampir tiga tahun terakhir sudah menciptakan standar baru soal bagaimana sebuah tim bisa bertahan tanpa perubahan roster di tengah persaingan yang biasanya sangat dinamis di level kompetisi tertinggi.




