Perdebatan seru soal siapa yang lebih dulu menggarap genre auto chess kembali ramai di kalangan komunitas gaming mobile, kali ini menyoroti kemiripan antara Honor of Kings ACE alias King's Chess besutan Tencent dengan Magic Chess Go Go alias MCGG milik Moonton, tim yang juga mengembangkan Mobile Legends: Bang Bang. Honor of Kings ACE sendiri merupakan game auto battler yang mengusung karakter-karakter dari semesta Honor of Kings dalam gaya tampilan chibi, di mana pemain harus merekrut champion terbaik dan menyusun formasi di atas papan arena buat mengalahkan hingga lima lawan lain dalam satu sesi pertandingan. Kemiripan konsep dasar antara kedua game ini, mulai dari sistem fase belanja, penggabungan unit, sampai elemen equipment yang bisa diauction, jadi bahan perbandingan yang cukup sering dibahas komunitas, apalagi mengingat kedua game sama-sama merupakan turunan dari MOBA populer masing-masing developer. Menariknya, perdebatan soal siapa meniru siapa ini sebenarnya bukan hal baru, mengingat sejarah mencatat Tencent lewat TiMi Studio sudah lebih dulu memperkenalkan konsep auto chess berbasis Honor of Kings sejak 2019, sementara mode Magic Chess di dalam Mobile Legends sendiri baru hadir belakangan sebagai mode reguler, sebelum akhirnya dikembangkan jadi game mandiri bernama Magic Chess: Go Go yang resmi rilis pertama kali di Malaysia dan Singapura pada November 2024. Fakta ini bikin sebagian komunitas justru mempertanyakan balik siapa sebenarnya yang lebih dulu menggarap konsep auto chess di antara kedua raksasa developer game mobile Asia ini, mengingat genre auto chess sendiri sebenarnya bukan orisinal ciptaan salah satu pihak, melainkan terinspirasi dari fenomena global Dota Auto Chess yang populer sejak 2019 dan kemudian diadaptasi banyak developer lain di seluruh dunia.
Fenomena saling tuduh meniru antara game-game auto chess berbasis IP MOBA populer semacam ini sebenarnya cukup wajar terjadi, mengingat kedua developer memang bersaing ketat memperebutkan basis pemain yang sama di pasar game mobile Asia Tenggara. Konten perbandingan "siapa yang plagiat siapa" ini pun jadi bahan hiburan tersendiri buat komunitas, apalagi kalau melihat detail-detail kecil seperti mekanisme sinergi hero, sistem level karakter, sampai gaya visual yang memang punya kemiripan pola meski dieksekusi dengan gaya artistik berbeda oleh masing-masing developer. Terlepas dari perdebatan soal siapa yang lebih dulu atau siapa yang meniru, pada akhirnya persaingan semacam ini justru menguntungkan pemain, mengingat kedua developer jadi terpacu buat terus berinovasi dan menambahkan fitur-fitur baru supaya nggak kalah menarik dibanding kompetitornya. Buat pemain yang penasaran mencoba kedua game ini secara langsung, perbandingan paling objektif tentu baru bisa didapat lewat pengalaman bermain sendiri. Diskusi soal kemiripan dan perbedaan antara Honor of Kings: ACE dan Magic Chess: Go Go kemungkinan bakal terus jadi bahan pembicaraan menarik di komunitas gaming mobile, apalagi mengingat kedua game masih terus mendapat update dan pembaruan konten secara berkala dari masing-masing developer. Kompetisi semacam ini pada akhirnya jadi cerminan dinamika industri game mobile secara umum, di mana genre populer yang terbukti sukses biasanya memang cepat diadaptasi ulang oleh berbagai developer besar, sehingga garis antara inspirasi dan plagiarisme kerap jadi perdebatan subjektif yang sulit dipastikan jawabannya secara pasti. #bangjohn #MLBB #MCGG #HOK
