Lewati ke konten

Kepemimpinan Baru PB ESI Diwarnai Perdebatan soal Latar Belakang Ketua Umumnya

VinNa-17 Sep 2026, 16:47 WIB
Kepemimpinan Baru PB ESI Diwarnai Perdebatan soal Latar Belakang Ketua Umumnya

Kepengurusan baru Pengurus Besar Esports Indonesia resmi dimulai usai Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra dikukuhkan sebagai Ketua Umum PB ESI masa bakti 2026-2030 dalam acara pelantikan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026. Dalam pernyataannya usai pelantikan, Herindra menegaskan kalau posisi ini bukan sekadar tugas memajukan olahraga semata, melainkan amanah strategis bangsa yang menyentuh aspek transformasi digital dan industri kreatif secara lebih luas. Ia menyoroti potensi besar industri esports Tanah Air, dengan menyebut Indonesia sudah punya lebih dari 200 juta gamer aktif dan nilai pasar gim yang diproyeksikan menembus angka dua miliar dolar Amerika pada 2026, sekaligus menegaskan Indonesia nggak boleh cuma jadi pasar atau penonton, melainkan harus jadi pemain kunci di panggung global lewat penguatan ekosistem lokal mulai dari game developer, penyelenggara kompetisi, kreator konten, sampai platform streaming. Meski pelantikan ini mendapat dukungan resmi dari berbagai pihak termasuk KONI Pusat dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, latar belakang militer Herindra yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Intelijen Negara turut memicu diskusi cukup ramai di kalangan komunitas esports. Sejumlah komentar di media sosial mempertanyakan relevansi pengalaman militer dan intelijen dengan dunia esports yang identik dengan gim, teknologi digital, serta komunitas dan talenta muda, memunculkan perdebatan soal apakah pemimpin organisasi esports idealnya punya pengalaman langsung sebagai gamer atau mantan atlet kompetitif. Di sisi lain, ada juga pandangan yang menekankan kalau kemampuan bermain gim dan kemampuan memimpin organisasi besar adalah dua hal berbeda, mengingat posisi ketua umum organisasi olahraga secara umum memang nggak selalu menuntut latar belakang teknis sebagai pemain profesional, melainkan lebih ke kapasitas manajerial dan strategis dalam mengelola organisasi berskala nasional.

Tantangan besar sudah menanti kepengurusan baru ini, mengingat Indonesia bakal berlaga di delapan nomor esports pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Jepang, mencakup game populer seperti Mobile Legends, Honor of Kings, Identity V, Naraka Bladepoint, Pokémon Unite, eFootball, dan Gran Turismo. PB ESI sendiri menargetkan capaian satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu dari keseluruhan nomor yang diikuti, sebuah target yang otomatis jadi ujian awal bagi kepemimpinan Herindra dalam waktu dekat usai resmi menjabat. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman turut menitipkan pesan penting soal penguatan tata kelola organisasi, menyoroti perlunya PB ESI terus memperbaiki sistem internal supaya mampu melahirkan atlet-atlet esports berprestasi di level internasional secara berkelanjutan. Terlepas dari perdebatan soal latar belakang, agenda kerja Herindra ke depan mencakup peningkatan kualitas atlet, penguatan ekosistem kompetisi, serta pembangunan jalur pembinaan prestasi yang lebih jelas dan berkelanjutan, termasuk mendorong regulasi soal standardisasi, perlindungan kontrak pemain, sampai perhatian terhadap kesehatan atlet esports yang selama ini kerap luput dari perhatian. Buat komunitas esports Indonesia, momentum pergantian kepemimpinan PB ESI ini jelas jadi momen penting yang layak terus dipantau, baik dari sisi kebijakan yang bakal diambil maupun bagaimana Herindra menjawab keraguan publik lewat kinerja nyata sepanjang masa jabatannya empat tahun ke depan. #bangjohn #johnnews #PBESI #Esports

Belum punya koleksi MLBB kece??
Belum punya koleksi MLBB kece??
Cuss kesini John